Selasa, 17 Juni 2014

Mencegah dan Menghadapi Bencana Alam


1.  Macam Bencana Alam
Secara garis besar berdasarkan penyebabnya bencana alam dibedakan menjadi tiga yaitu:
a. Bencana Alam Geologis
 Bencana alam geologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh faktor yang bersumberdari bumi.
b. Bencana Alam Klimatologis
 Bencana alam klimatologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh cuaca yang berubah.
c. Bencana Alam Ekstraterestrial
Bencana alam ekstraterestrial adalah bencana alam yang disebabkan oleh benda dari luar angkasa.
2. Contoh Kejadian Bencana Alama.
a. Bencana Alam Geologis
 1) Gempa bumiGempa bumi merupakan gejala pelepasan energi berupa gelombang yang menjalar kepermukaan bumi akibat adanyagangguan di kerak bumi berupa patah, runtuh, atau hancur.
2)  Letusan gunung apiGaya endogen yang mampu menimbulkan bencana alam adalah letusan gunung berapi.Ketika akan meletus dan saat meletus gunung berapi menimbulkan gaya endogen ataugetaran gempa. Material-material yang dikeluarkan saat gunung api meletus sangat berbahayabagi manusia atau makhluk hidup lainnya. Material tersebut antara lain lahar, awan panas,batu-batuan, pasir, kerikil, maupun debu.
3) Gerakan tanah atau tanah longsorBencana alam tanah longsor dipicu oleh faktor klimatologis seperti hujan tetapi gejalaawalnya disebabkan dari kondisi geologis seperti karakteristik tanah, bebatuan, dan tingkatkelandaian tanah.
4) TsunamiTsunami merupakan gejala susulan akibat gempa bumi yang berpusat di dasar laut. Perlukalian ketahui bahwa tidak semuagempa menyebabkan tsunami. Tsunami juga dapat terjadi akibat letusan gunung berapi yangada di dasar laut. Selain itu runtuhan yang ada di dasar laut juga mampu menimbulkan tsunami.
5) Seiche atau tsunami dalam skala kecilSeiche yaitu ayunan hantaman muka air danau atau waduk pada pantai sekelilingnya akibatguncangan bumi.
b. Bencana Alam Klimatologis
1)      BanjirBanjir merupakan luapan air yang melebihi batas.
2)      Banjir bandangBanjir bandang merupakan luapan air yang melebihi batas disertai dengan arus yang kencang,bahkan terjangan arus banjirbandang ini mampu menghanyutkan benda-benda yang dilaluinya.
3)             BadaiBadai merupakan tiupan angin yang sangat kencang dan besar.
4)      KekeringanKondisi iklim yang panas tanpa adanya hujan menyebabkan tanah dan tumbuhan menjadikering. Saat terjadi kekeringan, air sulit didapat. Banyak tanaman yang mati dan tanahmenjadi retak-retak karena kekurangan air. Sumber mata air seperti sumur dan sungaimenyusut atau mengering.
5)      Kebakaran hutanKebakaran hutan ini terjadi bukan karena faktor kesengajaan manusia. Hutan dapat terbakarkarena gesekan ranting-rantingkering yang tertiup angin. Gesekan-gesekan yang berulang-ulang tersebut akan menimbulkanpercikan api. Dengan kondisi ranting maupun daun yang kering tersebut maka akanmempermudah api menjalar ke seluruh area hutan.

c. Bencana Alam Ekstraterestrial
Hantaman meteor atau benda dari angkasa luar yang menabrak bumi. Hal ini terjadi padatahun 1908 di Rusia. Meteor ataubintang beralih jatuh ke bumi dan mengakibatkan lubang yang sangat besar menyerupaisebuah kawah.

3. Mengenal dan Mengantisipasi Bencana Alama.
a. Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan gejala alam yang sampai sekarang masih sulit untuk diperkirakan kedatangannya. Sehingga dapatdilihat bahwa gejala alam ini sifatnya seolah-olah mendadak dan tidak teratur. Dengan sifatseperti ini, ketika usaha-usaha untuk memperkirakan masih belum menampakkan hasil, makausaha yang paling baik dalam mempersiapkan diri dengan cara mengatasi bencana alam iniadalah dengan mitigasi.
Mitigasi yaitu mengurangi kerugian yang akan ditimbulkan oleh bencana. Usaha mitigasiadalah meningkatkan ketahanan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencanaalam sehingga risiko bencana alam dapat dikurangi. Para ahli menyimpulkan walaudatangnya gempa tidak dapat diperkirakan kedatangannya tetapi ada beberapa gejala alamyang patutdicermati dan dianggap sebagai tanda akan adanya gempa, sebagai berikut.
1)      Adanya awan yang berbentuk aneh seperti batang yang berdiri secara lurus ke atas. Hal inikemungkinan besar merupakan awan yang disebut awan gempa yang biasanya munculsebelum terjadinya gempa. Awan berbentuk sepertibatang ini terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan sangat besar daridalam perut bumi sehinggamenyerap daya listrik yang ada di awan. Gelombang elektromagnetis ini terjadi akibat adanyapergeseran patahan lempeng bumi. Tetapi tidak semua awan yang berbentuk seperti ituadalah awan gempa, mungkin saja itu adalah asap dari pesawat terbang. Jika ada tanda sepertiitu maka perlu untuk diwaspadai. Untuk lebih meyakinkan lagi maka dapat dilakukan ujimedan elektromagnetik.
2)      Terdapat medan elektromagnetik di sekitar kita. Gelombang tersebut memang tidak dapatdilihat dengan mata telanjang. Medan elektromagnetik dapat diuji dengan cara melihat siaran televisi apakah tiba-tibasalurannya terganggu tanpa sebabapapun. Jika kurang yakin, kalian dapat melakukan uji medan elektromagnetik dengan caralain. Dengan mematikan aruslistrik dan melihat apakah lampu neon tetap menyala redup/ remang walaupun sudah tidak dialiri listrik.
3)      Perhatikan perilaku hewan-hewan yang ada di sekitar kalian. Apakah hewan-hewantersebut bertingkah aneh atau gelisah.

Sebab hewan memiliki naluri yang sangat tajam dan mampu merasakan gelombangelektromagnetis. Jika kalian melihat tanda-tanda seperti itu secara bersamaan sebaiknya kalian perlu waspada. Harus segera dilakukan tindakan pencegahan dan sebisa mungkin kitamelakukan tindakan penyelamatan diri. Tetapi jika gempa telah tiba dan kita sama sekalibelum siap, maka selain berdoa dan pasrah kita harus cepat-cepat keluar ruangan menuju ketempat yang lapang. Jika sudah di luar ruangan tetaplah tinggal di luar dan berusahalahberada di tempat yang terbuka, jauh dari pepohonan, tembok-tembok serta saluran-salurankabel listrik. Usahakan jangan masuk ke dalam rumah atau bangunan.

Apa yang dapat dilakukan jika berada di dalam gedung dengan banyak orang? Kita tidak perlu panik dan ikut berdesak-desakan keluar. Jika itu yang terjadi maka kita akan terinjak-injak banyak orang dan tertimpa runtuhan bangunan. Sebaiknya yang perlu kita lakukanadalah berlindung di bawah meja atau mebel yang kokoh atau mencari sesuatu yang dapatmelindungi kepala dan badan kita dari reruntuhan bangunan. Jika suasana telah tenang danaman usahakan untuk keluar ruangan dan mencari tempat yang lebih aman lagi.



b. Tsunami
Gempa berkekuatan besar tentu saja ada dampak yang bisa berwujud bencana jenis lain. Jikaskala gempa besar dan pusatgempa berada di dasar laut maka gempa tersebut dapat menimbulkan gelombang tsunami.Gelombang tsunami adalahgelombang besar yang terbentuk dari dasar laut akibat adanya gempa.
Negara Indonesia terdiri atas kepulauan, tentunya banyak sekali pantai-pantai di sekitarnyayang dihuni oleh penduduk. Pada saat gelombang tsunami melanda Indonesia akhir tahun2004 banyak penduduk yang menjadi korban. Banyaknya korban disebabkan karena banyak penduduk yang kurang paham dan bahkan tidak mengetahui bagaimana usaha yang perludilakukan ketika bencana datang. Sebenarnya jika kita mengetahui dan paham tentang tsunami maka jumlah korban dapat dikurangi. Berbagai upaya telah dilakukan sebagai usahauntuk mengurangi korban jika ada bencana datang. Salah satu upaya yang ditempuh adalahdengan membentuk kelompok-kelompok masyakarat yang paham akan bencana alam.
Kepekaan dan keterampilan menyelamatkan diri secara individual maupun kelompok harusterus dilatih. Adapun langkah yang harus ditempuh oleh kelompok masyarakat dalammengurangi jumlah kerugian akibat bencana sebagai berikut.
1)      Melakukan pemetaan daerah rawan genangan tertinggi jika ada tsunami.
2)      Membuat jalur evakuasi.
3)      Menentukan dan memberi informasi tempat penampungan sementara yang cukup aman.
4)      Berkoordinasi dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), kepolisian, pemerintah daerah, danrumah sakit. Selain itu masyarakat juga harus memahami gejala-gejala yang tidak biasaterjadi.
5)      Melakukan pertemuan rutin untuk menambah pengetahuanmengenai gempa dan tsunami. Jika masih kurang jelas, dapat mendatangkan ahli untuk memberi informasi.
6)      Melakukan latihan secara reguler, baik terjadwal maupun tidak terjadwal.
7)      Membuat kode tertentu yang dikenali masyarakat sekitar guna menandakan evakuasi.
8)      Menyebarkan gambar peta evakuasi di pelosok daerah tempat tinggal masyarakat.

Adapun langkah yang perlu dilakukan tiap individu sebagai berikut.
1)      Menyiapkan tas darurat yang berisi keperluan-keperluan mengungsi selama tiga hariseperti makanan, pakaian, suratsuratberharga atau obat-obatan.
2)      Selalu merespon tiap latihan dengan serius sama seperti saat terjadinya gempa.
3)      Selalu peka terhadap fenomena alam yang tidak biasa. Apabila kita peka sebenarnya alamtelah memberikan tanda-tanda sebelum terjadinya tsunami.

Beberapa petunjuk yang diberikan alam antara lain berikut ini.
1)      Adanya suara gemuruh di laut, hal ini akibat adanya pergeseran lapisan tanah.
2)      Laut tiba-tiba menyurut sampai agak jauh ke tengah.
3)      Karena surutnya laut maka akan tercium bau khas laut seperti bau amis.
4)      Burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi menuju daratan.
5)       
Dunia internasional juga ikut berperan serta dalam upaya menghadapi bencana alam tsunami.
Tsunami paling sering terjadidi Samudra Pasifik karena gempa bumi dan letusan gunung berapi sering terjadi di sana.
Pusat Peringatan Tsunami Internasional (International Tsunami Warning Center) didirikan diHawaii untuk memantau terjadinya gempa bumi di sekitar Samudra Pasifik danmengeluarkan peringatan kapan tsunami akan terjadi. Ketika gempa bumi besar terjadi,stasiun pengamatan di sekitar Samudra Pasifik menemukan pusat gempa (episentrum) danmengirimkan informasi yang diperoleh ke pusat peringatan di Hawaii. Jika gempa bumidianggap cukup besar dan dapat menimbulkan tsunami, maka tempat-tempat di sekitarSamudra Pasifik dalam status waspada dan peringatan dikeluarkan. Stasiun pasang di sekitarpantai juga memantau kedatangan tsunami.

c. Tanah Longsor
Tanah longsor merupakan jenis gerakan tanah. Tanah longsor sendiri merupakan gejala alamyang terjadi di sekitar kawasanpegunungan. Semakin curam kemiringan lereng suatu kawasan, semakin besar pula kemungkinan terjadi longsor. Longsor terjadi saat lapisan bumi paling atas dan bebatuan terlepas dari bagian utama gunung atau bukit. Pada dasarnya sebagian besar wilayah di Indonesia merupakan daerah perbukitan atau pegunungan yang membentuk lahan miring.

Lahan atau lereng yang kemiringannya melampaui 20° umumnya berbakat untuk bergerak atau longsor. Tapi tidak selalu lereng atau lahan yang miring berpotensi untuk longsor.Secara garis besar faktor penyebab tanah longsor sebagai berikut.



1) Faktor alam
a)      Kondisi geologi antara lain batuan lapuk, kemiringan lapisan tanah, gempa bumi danletusan gunung api.
b)      Iklim yaitu pada saat curah hujan tinggi.
c)      Keadaan topografi yaitu lereng yang curam.

2) Faktor manusia
a)      Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal.
b)      Penimbunan tanah di daerah lereng.
c)      Penebangan hutan secara liar di daerah lereng.
d)     Budidaya kolam ikan di atas lereng.
e)      Sistem drainase di daerah lereng yang tidak baik.
f)       Pemompaan dan pengeringan air tanah yang menyebabkan turunnya level air tanah.
g)      Pembebanan berlebihan dari bangunan di kawasan perbukitan.

Usaha mitigasi bencana tanah longsor berarti segala usaha untuk meminimalkan akibatterjadinya tanah longsor. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menekan bahaya tanahlongsor dibagi menjadi tiga, yaitu:

1) Tahap awal atau tahap preventif 
Tahap awal dalam upaya meminimalkan kerugian akibat bencana tanah longsor adalahsebagai berikut.
a)      Mengidentifikasi daerah rawan dan melakukan pemetaan.
b)      Penyuluhan pencegahan dan penanggulangan bencana alamdengan memberikan informasi mengenai bagaimana dan mengapa tanah longsor.
c)      Pemantauan daerah rawan longsor.
d)     Perencanaan pengembangan sistem peringatan dini di daerah rawan bencana.
e)      Menghindari bermukim atau mendirikan bangunan di tepi lembah sungai terjal.
f)       Menghindari melakukan penggalian pada daerah bawah lereng terjal yang akanmengganggu kestabilan lerengsehingga mudah longsor.
g)      Menghindari membuat sawah baru dan kolam pada lereng yang terjang karena air yangdigunakan akan memengaruhisifat fisik lereng. Lereng menjadi lembek dan gembur sehingga tanah mudah bergerak.
h)      Menyebarluaskan informasi bencana gerakan tanah melalui berbagai media sehinggamasyarakat mengetahui.

2) Tahap bencana
Usaha yang perlu dilakukan ketika suatu daerah terkena bencana tanah longsor antara lainberikut ini.
a)      Menyelamatkan warga yang tertimpa musibah.
b)      Pembentukan pusat pengendalian atau crisis center.
c)      Evakuasi korban ke tempat yang lebih aman.
d)     Pendirian dapur umum, pos-pos kesehatan, dan penyediaan air bersih.
e)      Pencegahan berjangkitnya wabah penyakit.
f)       Evaluasi, konsultasi, dan penyuluhan.

3) Tahap pascabencana
Setelah bencana tanah longsor terjadi, bukan berarti permasalahan selesai, tetapi masih adatahapan yang perludilakukan untuk mengurangi jumlah kerugian, yaitu:
a)      Mengupayakan mengembalikan fungsi hutan lindung seperti sediakala.
b)      Mengevaluasi dan memperketat studi Amdal pada kawasan vital yang berpotensimenyebabkan bencana.
c)      Penyediaan lahan relokasi penduduk yang bermukim di daerah bencana, dan di sepanjangbantaran sungai.
d)     Normalisasi area penyebab bencana.
e)      Rehabilitasi sarana dan prasarana pendukung kehidupan masyarakat yang terkena bencanaalam secara permanen.
f)       Menyelenggarakan forum kerja sama antardaerah dalam penanggulangan bencana.

Para ilmuwan mengkategorikan bencana tanah longsor sebagai salah satu bencana geologiyang paling bisa diperkirakan. Ada tiga tanda untuk memantau kemungkinan terjadinya tanahlongsor yaitu:
1)      Keretakan pada tanah yang berbentuk konsentris (terpusat) seperti lingkaran atau paraleldan lebarnya beberapasentimeter dengan panjang beberapa meter. Bentuk retakan dan ukurannya yang semakinlebar merupakan parameterukur umum semakin dekatnya waktu longsor.
2)      Penampakan runtuhnya bagian-bagian tanah dalam jumlah besar.
3)      Kejadian longsor di satu tempat menjadi pertanda kawasan tanah longsor lebih luas lagi.

d. Gunung Berapi
Letusan gunung berapi dapat berakibat buruk bagi kehidupan sekitar baik manusia,tumbuhan, maupun hewan. Jika gunungberapi meletus maka magma yang ada di dalam gunung berapi meletus keluar sebagai laharatau lava. Selain dari aliran lahar, dampak lain akibat gunung berapi meletus antara lainadanya aliran lumpur, hujan debu, kebakaran hutan, gas beracun, gelombang tsunami (jikagunung tersebut berada di dasar laut), dan gempa bumi.
Usaha mitigasi untuk bencana alam gunung berapi adalah dengan cara mengevakuasipenduduk yang ada di sekitar gunung berapi. Terkadang usaha evakuasi ini menghadapi suatudilema, misalnya ketika para ahli vulkanologi harus mengambil keputusan apakah gunungberapi yang dipantaunya akan meletus atau tidak. Jika gejala awal letusan gunung berapibegitu meyakinkan maka para ahli vulkanologi memutuskan untuk segera menginformasikanpada aparat pemerintah daerah untuk mengungsikan penduduk.
Ada kalanya, dengan gejala awal yang begitu meyakinkan sekalipun, ternyata gunung berapitidak jadi meletus.
Banyak penduduk yang tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari karena berada di pengungsian.Tetapi ketika gunung berapi menunjukkan ketenangannya dan para penduduk kembali daripengungsian tiba-tiba terjadi letusan hebat dan menelan banyak korban. Peristiwa seperti itu merupakan bukti bahwa gejala awal suatu bencana alam sulit untuk diramalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar